Mengapa RCTI dan SCTV Sama-Sama Punya “Citra”?

logo-rcti-dan-sctv

Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) dan Surya Citra Televisi (SCTV) adalah 2 stasiun televisi swasta pertama di Indonesia. Keduanya memecahkan monopoli dari stasiun milik pemerintah, Televisi Republik Indonesia (TVRI). Faktanya, ketiganya merayakan ulang tahun di tanggal yang sama, yakni pada 24 Agustus.

Namun, pernahkah Anda terpikir, mengapa RCTI dan SCTV sama-sama mempunyai kata “Citra” dalam kepanjangannya? Bukan kebetulan, karena keduanya diluncurkan oleh satu perusahaan yang sama. Mari kita lihat, sejarah singkat mereka di bawah ini.


RCTI dan SCTV, “saudara kembar”

RCTI diluncurkan pada 24 Agustus 1989 oleh Bimantara Citra dan Rajawali Corpora. Kantornya berada di Jalan Raya Pejuangan, Kebon Jeruk, Jakarta. Sebelumnya, sejak November 1988, RCTI melakukan siaran percobaan selama 4 jam sehari. Awalnya, siaran RCTI hanya diterima secara terbatas di Jabodetabek dan hanya untuk pelanggan yang memiliki dekoder. Karena pelanggan dekoder semakin bertambah, pada 24 Agustus 1990, RCTI diizinkan bersiaran secara terestrial sebagai siaran gratis. Pada 1 Mei 1991, RCTI memperluas siaran ke Bandung.

Tepat satu tahun kemudian, Bimantara Citra meluncurkan SCTV pada 24 Agustus 1990 sebagai stasiun televisi swasta kedua Indonesia. Ketika itu, SCTV berstatus TV lokal dengan menjangkau Surabaya dan Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan). Nama perusahaannya adalah PT Surabaya Centra Televisi. SCTV didirikan untuk menayangkan RCTI di Surabaya karena saat itu RCTI hanya bersiaran di Jabodetabek. Tahun 1991, siaran SCTV sudah mencapai Denpasar, Bali. Sejak itu, SCTV berubah menjadi Surya Citra Televisi.

RCTI dan SCTV dikenal sebagai “saudara kembar” karena menayangkan acara-acara yang sama meskipun waktu tayang di keduanya berbeda.


24 Agustus 1993: siaran nasional

Pada 24 Agustus 1993, RCTI dan SCTV resmi melakukan siaran nasional. Mereka mulai berpisah dalam hal acara, kecuali program berita dimana SCTV masih merelai RCTI. Siaran SCTV awalnya masih dikendalikan dari Surabaya, tepatnya di komplek Darmo Permai. RCTI juga ikut bersiaran di Surabaya, menumpang komplek SCTV. Pada tahun 1994, operasional studio SCTV berpindah ke Jakarta, menumpang komplek RCTI di Kebon Jeruk. Baru pada 1995, kantor pusat SCTV juga dipindah ke Jakarta, tepatnya di Wisma AKR (samping kompleks RCTI).


1996-sekarang: Pisah kepemilikan

Pada tahun 1996, SCTV tidak lagi berada dalam satu pemilik bersama RCTI. Indika Group, milik Sudwikatmono; bersama Henry Pribadi, mengakuisisi 98 persen saham SCTV. Pada tahun yang sama, SCTV juga sudah mulai memiliki program berita sendiri, Liputan 6.

Saat ini, RCTI menjadi milik Media Nusantara Citra (MNC) bersama TPI (MNCTV), Global TV, dan iNews TV. Sementara SCTV dikuasai Elang Mahkota Teknologi (Emtek) bersama Indosiar dan O Channel. Bimantara Citra, yang mendirikan RCTI dan SCTV, sejak tahun 2007 berubah menjadi Global Mediacom dan mayoritas sahamnya dimiliki MNC Corporation.


Transmisi bersama: sisa-sisa kebersamaan

Kini, meskipun RCTI dan SCTV sudah pisah induk, sisa-sisa kebersamaan mereka masih terlihat dalam hal transmisi. Di beberapa daerah keduanya tampak mengelola transmisi bersama, baik RCTI-SCTV maupun SCTV-RCTI, seperti dalam kumpulan foto di bawah ini.

Sumber foto: Kaliandra

12778941_968678436542561_4325915003315475423_o

RCTI dan SCTV kini tengah bersaing satu sama lain untuk menjadi lebih unggul. Namun sejarah tidak dapat diputar kembali, dan ia telah membuktikan bahwa RCTI dan SCTV pernah bersama membuka pintu televisi swasta di Indonesia.


Dikutip dari:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s