Para Pembalap Indonesia di Ajang Balap Mobil Dunia

Beberapa waktu lalu, harapan Indonesia untuk masuk kompetisi balap mobil tertinggi di dunia mulai muncul. Rio Haryanto, yang sebelumnya mengikuti GP2, memiliki peluang untuk menjadi pembalap F1 musim depan (2016). Hingga artikel ini dipost, dana sponsor menjadi kendala Rio untuk memasuki turnamen tersebut.

Namun, Rio Haryanto bukanlah satu-satunya pembalap Indonesia yang ikut dalam ajang balap mobil dunia. The Weekly Blog akan membahas beberapa di antaranya, yang pernah atau saat ini masih berkiprah di ajang balap mobil internasional.


Rio Haryanto

Pembalap kelahiran Solo, Jawa Tengah, 22 Januari 1993 ini, telah mengikuti berbagai kejuaraan mobil di tingkat regional dan internasional, antara lain Formula Asia 2.0, Formula BMW Europe, Formula BMW Pacific, GP3, dan GP2. Rio pernah menjuarai Formula BMW Pacific pada 2008.

Dalam GP2 Series tahun 2015, Rio finish di peringkat 4 klasemen akhir dengan 138 poin. Pada seri ke-10 di Bahrain, Rio finish ke-7 di race pertama (feature race) dan ke-18 dalam race kedua (sprint race). Sementara pada seri terakhir (ke-11) di Abu Dhabi, Rio finish ke-7 di race pertama. (Race kedua dibatalkan akibat pelindung sisi lintasan rusak karena kecelakaan lap pertama.)

Manor Racing berminat merekrut Rio untuk Formula 1 musim depan. Mereka terkesan dengan catatan Rio saat tes uji coba di Abu Dhabi beberapa waktu lalu. Meskipun begitu, Rio bukanlah satu-satunya pembalap yang mengincar satu tempat di Manor. Rio bersaing dengan Alexander Rossi, Will Stevens, Fabio Leimer, Pascal Wehrling, dan Jordan King. Pascal Wehrling kini sudah dipastikan untuk dipilih Manor menjadi salah satu pembalap F1 musim depan.

Seperti yang ditulis di atas, dana menjadi kendala bagi Rio demi memasuki Formula 1. Ia harus membayar 15 juta euro (sekitar Rp225 miliar) untuk memastikan dirinya menjadi pembalap F1 bersama Manor. Sejumlah dana telah terkumpul dari beberapa pihak termasuk sponsor utama Rio, Pertamina. Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga terus mendukung Rio untuk masuk F1.

Update: Pada 18 Februari 2016, Manor Racing telah mengumumkan Rio sebagai pembalapnya untuk musim 2016, mendampingi Pascal Wehrlein. Rio menjadi pembalap Indonesia pertama yang berkiprah di ajang bergengsi tersebut. Selamat dan semoga sukses!

Update: Manor Racing resmi memutus kontrak Rio sebagai pembalap utama, pada 10 Agustus 2016. Rio diputus kontraknya karena tidak mampu menyelesaikan sisa uang kontrak sebesar 7 juta euro. Rio telah menerima tawaran status sebagai pembalap cadangan.


Sean Gelael

Pembalap kelahiran Jakarta, 1 November 1996 ini, awalnya mengikuti ajang gokart lewat Asian Karting Open Championship – Formula 125 Senior Open 2011. Di sana, ia berhasil meraih juara ke-4. Pada tahun 2012 secara resmi Sean memulai debut di ajang balap dunia. Ia sudah pernah mengikuti ajang British Formula 3, European Formula 3, dan Formula Pilota China.

Pada 2015, Sean mengikuti Formula Renault 3.5 dan GP2 Series. Di Formula Renault 3.5 tahun ini, ia mengikuti seluruh seri balapan dan menempati posisi 19 klasemen akhir dengan 7 poin. Dalam ajang GP2, Sean hanya menjalani seri ke-6, 7, 9, 10, dan 11. Dia menduduki peringkat 30 klasemen akhir, tanpa perolehan poin.

Untuk tahun 2016, Sean hanya akan fokus mengikuti ajang GP2.


Philo Paz Armand

Pembalap kelahiran Jakarta, 12 Maret 1996 ini juga awalnya bermain di gokart. Ia memulainya pada 2006, dan di tahun berikutnya berhasil menjuarai Indonesian Karting Championship kelas Formula Cadet. Kemudian pada 2009, Philo menjadi juara kelas junior di turnamen yang sama, dan menempati posisi 13 dalam kejuaraan KF3 Asia Pasifik.

Di tahun 2013, Philo mengikuti ajang Formula Renault 2.0 NEC bersama Fortec. Dia menempati posisi 28 klasemen akhir dengan 45 poin. Tahun 2014, ia pindah turnamen ke Formula Renault 2.0 Alps bersama tim Tech 1 Racing. Di sana ia menduduki posisi 18 klasemen akhir dengan 23 poin. Pada 2015, Philo bergabung ke Formula Renault 3.5 Series dengan tim Pons Racing. Ia mengikuti seri 1 sampai 4 serta ke-6, dan finish di posisi 26 klasemen akhir dengan 1 poin.

Pada tahun 2016, Philo akan bertarung di ajang GP2 mengikuti jejak Sean Gelael.


Rifat Sungkar

Rifat, yang lahir di Jakarta pada 22 Oktober 1978 ini, merupakan pembalap reli. Dia dibesarkan dalam keluarga otomotif. Kakeknya menjadi importir kendaraan Amerika di era 50-an. Ibunya, Ria Sungkar adalah pembalap reli Indonesia era 70an. Rifat telah mengikuti sejumlah kejuaraan reli nasional maupun internasional, dan hasilnya juga membanggakan.

Rifat mulai dikenal masyarakat sejak menjuarai Kejurnas Reli 2005. Gelar itu berlanjut di tahun 2007 dan 2008. Pada tahun 2006 hingga 2011, Rifat mengikuti Asia Pacific Rally Championship, dilanjutkan World Rally Championship (WRC) pada 2012, dan Rally America tahun 2013. Untuk dua turnamen yang dituliskan terakhir, ia berlaga bersama tim Fastron World Rally.

Rifat juga memiliki sekolah mengemudi yang bernama Rifat Driving School untuk mengajarkan teknik mengemudi yang baik, benar, aman, dan nyaman.


Moreno Soeprapto

Moreno adalah pembalap mobil dan gokar, adik kandung pembalap Ananda Mikola, dan putra pembalap mobil Tinton Soeprapto. Dia pernah menjadi juara di beberapa ajang balap nasional dan regional selama 1990-an hingga 2000-an, termasuk juara pertama dalam National Formula Asia Championship tahun 2000. Ia mulai terkenal sejak menjuarai Lippo City Kart Race 1994.

Moreno saat ini menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) fraksi Partai Gerindra untuk tahun 2014-2019, dari daerah pemilihan Jawa Timur V. Ia berada di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, ekonomi kreatif, serta pariwisata.

Moreno Soeprapto lahir di Jakarta pada 14 November 1982.


Alexandra Asmasoebrata

Salah seorang pembalap wanita Indonesia di kelas gokart dan mobil formula ini, lahir di Jakarta pada 23 Mei 1988. Dia mewarisi darah pembalap dari sang ayah, Alex Asmasoebrata yang juga pembalap seangkatan dengan Tinton Suprapto, Aswin Bahar, dan Dolly Indra Nasution. Andra (nama panggilannya) mulai populer sejak menjuarai National Kart Championship tahun 2002.

Andra pertama kali memulai debut di ajang gokart kelas 60 cc, saat berusia 12 tahun. Beberapa kali ia meraih juara pertama di kelas tersebut. Setahun kemudian, ia mulai pindah ke kelas 125 cc. Karier Andra di dunia balap formula berawal dari kualifikasi Formula BMW Scholarship pada 2004. Dia juga pernah mengikuti Formula Renault Asia dan Formula Campus Asia.


Dikutip dari situs-situs berikut:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s