Dua Presiden Indonesia yang Tidak Masuk Buku Sejarah

Selama ini, kita hanya mengetahui 7 orang yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia. Ternyata ada dua orang lainnya yang juga pernah menjadi Presiden, tetapi jarang dimasukkan dalam buku sejarah sebagai presiden. Siapakah kedua orang itu?

  • Syafruddin Prawiranegara (foto kiri), Ketua PDRI

Syafruddin Prawiranegara lahir di Serang, Banten pada 28 Februari 1911, wafat di Jakarta pada 15 Februari 1989. Ia pernah menjabat beberapa posisi menteri, Wakil Perdana Menteri, hingga Gubernur Bank Indonesia (tahun 1951, Gubernur BI pertama).

Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, yang ditangkap Belanda saat Agresi Militer II pada 19 Desember 1948 dan diasingkan ke Pulau Bangka, meminta Syafruddin untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sebagai pemerintah sementara. Syafruddin menjadi Presiden/Ketua PDRI ketika didirikan pada 22 Desember 1948, merangkap sebagai Menteri Pertahanan, Menteri Penerangan, dan Menteri Luar Negeri.

Seusai berbicara jarak jauh dengan pimpinan republik di Jawa, Syafruddin pada 31 Maret 1949 mengumumkan penyempurnaan susunan pimpinan PDRI. Ia tetap menjadi Ketua PDRI, namun kali ini hanya merangkap Menteri Pertahanan dan Penerangan. Ada juga Mr. Alexander Andries Maramis, Menteri Luar Negeri PDRI yang berkedudukan di New Delhi, India; dan Lambertus N. Palar, ketua delegasi Republik Indonesia di PBB. Mereka sangat berperan dalam menyuarakan Republik Indonesia di dunia internasional sejak Agresi Militer Belanda kedua.

Atas usaha PDRI, Belanda harus berunding kembali dengan Indonesia. Perjanjian Roem-Royen (dimulai 14 April 1949 dan ditandatangani 7 Mei 1949) menjadi akhir upaya Belanda. Soekarno dan kawan-kawan akhirnya dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta. Pada 13 Juli 1949, diadakan rapat antara PDRI dengan Soekarno, Hatta, dan sejumlah menteri kedua kabinet. Serah terima resmi pengembalian mandat dari PDRI dilakukan pada 14 Juli 1949 di Jakarta.

  • Assaat (foto kanan), Presiden RI masa RIS

Mr. Assaat lahir di Agam, Sumatera Barat pada 18 September 1904 serta wafat di Jakarta pada 16 Juni 1976. Ia juga pernah menjadi Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Badan Pekerja KNIP (1948-1949), serta Menteri Dalam Negeri (1950-1951).

Ketika Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk pada 27 Desember 1949 setelah berakhirnya Konferensi Meja Bundar (KMB), Soekarno menjadi Presiden RIS dan Mohammad Hatta menjadi Perdana Menteri. RIS terbagi atas 7 negara bagian dan 9 wilayah otonom.

Salah satu negara bagian dalam RIS yaitu Negara Republik Indonesia, yang terdiri atas sebagian wilayah Sumatera (kecuali Sumatera Timur dan Sumatera Selatan), Banten, dan DI Yogyakarta. Assaat diangkat menjadi Acting (pelaksana tugas) Presiden Negara Republik Indonesia. Jabatan tersebut berakhir pada 15 Agustus 1950, saat semua negara bagian dan wilayah otonom resmi bergabung ke negara Republik Indonesia.


Syafruddin, Assaat, dan PRRI

Akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah karena ketimpangan sosial dan pengaruh komunis yang makin kuat (Presiden Soekarno menjalankan Demokrasi Terpimpin), keduanya bergabung dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan membuat kabinet sendiri.

PRRI didirikan pada 15 Februari 1958. Syafruddin dipilih menjadi Perdana Menteri, dan Assaat menjabat Menteri Dalam Negeri. Mereka tetap mengakui Soekarno sebagai Presiden RI, karena diangkat secara konstitusional. Syafruddin juga merangkap jabatan Menteri Keuangan. Wilayah PRRI mencakup Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah,

Menurut PRRI, mereka meminta adanya otonomi daerah lebih luas. Bukan membentuk negara baru atau memberontak kepada pemerintah, tetapi protes supaya konstitusi berjalan. Namun, pertentangan ini tetap dianggap sebagai sebuah pemberontakan oleh pemerintah pusat, yang kemudian ditumpas dengan pengerahan kekuatan militer terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah militer Indonesia. Pada Agustus 1958, PRRI dinyatakan berakhir dan pemerintah pusat lalu menguasai wilayah-wilayah yang sebelumnya bergabung dengan PRRI.


Dikutip dari situs-situs berikut:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s