Tradisi Unik Lebaran di Beberapa Negara Dunia

Selamat Lebaran 2014

Kali ini kita akan membahas tradisi beberapa negara dalam merayakan Idul Fitri.


  • Indonesia

Hampir semua orang pasti akan setuju, jika disebutkan bahwa tradisi yang paling terkenal saat Lebaran di Indonesia adalah pulang kampung atau mudik. Setiap tahun ada jutaan orang yang mudik saat Lebaran, baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Bagi anak-anak, biasanya para orang tua akan memberi uang raya kepada mereka. Dalam Idul Fitri, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah tetangga ataupun saudara untuk silaturahmi, yang juga disebut halal bi-halal. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house untuk masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

Berbagai hidangan populer turut disajikan, termasuk ketupat (juga familiar di Malaysia, Brunei, dan Singapura) dan opor ayam.

  • Turki

Di negara ini, perayaan Idul Fitri disebut Festival Gula (Seker Bayram). Sebutan ini karena tradisi mereka yang saling mengantar manisan di hari Lebaran. Seperti tradisi sungkem di Indonesia, anak-anak di sana juga memberi salam dan sembah sujud kepada orangtua mereka. Orangtua lalu membalas dengan ciuman di kedua pipi anaknya sebagai simbol kasih sayang. Setelah itu, anak-anak akan mendapat hadiah berupa koin uang, permen, atau manisan.

Mereka juga melayat ke pemakaman untuk mendoakan saudara yang telah meninggal.

  • Arab Saudi

Perayaan Lebaran di negeri ini sangatlah beragam, tergantung daerahnya. Kedermawanan dan keramahtamahan tampak jelas. Keluarga di sana biasanya memiliki tradisi berkumpul bersama keluarga besar seusai salat Ied. Sebelum masakan khas Idul Fitri dihidangkan, anak-anak akan berbaris di depan setiap orang dewasa di dalam keluarga yang membagi-bagikan riyal kepada mereka. Orang asing memberikan hadiah kepada anak-anak yang tidak mereka kenal.

Masyarakat setempat merayakan Lebaran dengan pertunjukan teater, baca puisi, parade, dan pertunjukan musik. Mereka juga menghias rumahnya sehingga kelihatan meriah dan menarik. Kuliner khas Lebaran setempat yaitu daging domba yang dicampur nasi dan sayur tradisional. Hal ini juga terlihat di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

  • Amerika Serikat

Komunitas warga Muslim di AS memberitahukan datangnya Lebaran melalui telepon ataupun e-mail. Karena mayoritas mereka adalah imigran, pakaian yang dipakai berwarna-warni sesuai dengan negara asal. Setelah melakukan salat Ied, mereka saling mengucapkan Happy Eid atau Eid Mubarak kepada sesama jemaah, para kenalan dekat, dan kaum kerabat.

  • Tiongkok

Berkunjung dan membersihkan makam leluhur serta mempersembahkan doa, menjadi tradisi Muslim Tiongkok saat Lebaran. Tradisi doa ini dilakukan untuk menghormati ratusan ribu umat Muslim yang tewas dalam masa Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan.

Kaum Muslim laki-laki mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita mengenakan baju hangat dan kerudung setengah tutup. Setelah shalat Ied, umat Muslim melakukan makan bersama dan silaturahmi. Tidak seperti di Indonesia, mudik dilakukan saat Tahun Baru Imlek.

  • Afganistan

Meski dikepung perang yang terus terjadi selama sekitar tiga dekade terakhir, umat Muslim di Afghanistan tetap bersemangat merayakan Idul Fitri. Perang telur menjadi salah satu kegiatan yang paling populer, dimana bahkan para tentara Taliban akan melepaskan senjatanya di hari terakhir Ramadan dan membiarkan laki-laki berkumpul di taman. Mereka kemudian berebutan memecahkan telur dan menyerang satu sama lain.

  • Afrika Selatan

Di kota Cape Town, Afrika Selatan, sebagian kaum Muslim akan berkumpul di Green Point pada malam hari di akhir bulan Ramadan untuk mengamati bulan. Mereka berasal dari tokoh-tokoh Islam di wilayah tersebut. Setelah melihat bulan, mereka akan mengumumkan tanggal Masehi jatuhnya 1 Syawal sebagai Hari Raya Idul Fitri.

Usai salat Ied, masyarakat Muslim saling mengunjungi sanak saudara dan tetangga. Anak-anak mendapatkan hadiah dan uang dari yang lebih tua, baik orangtua, tetangga, maupun keluarga lain. Biskuit, kue, samosa, kacang, dan kue tart disuguhkan untuk tamu di rumah. Kebanyakan orang memakai pakaian baru dengan warna-warna cerah. Makan siang dilaksanakan bersama sekelompok besar keluarga di suatu tempat.

  • Kepulauan Maldives

Disebut sebagai ‘Kuda Eid’, perayaan Idul Fitri di negara ini sangat meriah dan biasanya digelar selama lima hari. Aturan pemerintah setempat, seluruh kendaraan pribadi tidak boleh dipakai antara pukul 15.30 hingga 22.30. Jalanan yang sepi membuat warga bisa berjalan dengan rasa aman dan nyaman dalam menikmati perayaan Idul Fitri. Banyak juga penduduk yang mudik ke kampung halaman, namun bagi mereka yang tetap tinggal di kota bisa menikmati serangkaian aktivitas olahraga, musik, dan budaya.

Di malam harinya, perayaan Kuda Eid makin semarak lewat pertunjukan musik dari band-band lokal dengan genre bervariasi, dari soft rock ke metal hingga rap dan ska. Konser dimulai pada pukul 22.00 dan berlanjut hingga pukul 02.00 pagi. Ada street rave yang membuat orang-orang berdansa diiringi tabuhan drum, membuat suasana semakin hidup.


Dikutip dari www.centroone.com, www.101jakfm.com, dan www.sayangi.com.

Tidak lupa juga, saya secara pribadi dan The Weekly Blog mengucapkan Selamat Idul Fitri 1435 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s