Profil Hari Ini: Nelson Mandela

Nelson Rolihlahla Mandela (18 Juli 1918 – 5 Desember 2013) adalah revolusioner anti-apartheid dan politisi asal Afrika Selatan yang menjadi presiden negara itu pada tahun 1994 sampai 1999. Beliau sangat dihormati di Afrika Selatan, dan sering disebut dengan nama Madiba (nama klan Xhosa-nya), Tata (artinya ‘Bapak’), dan “Bapak Bangsa”.


Sejarah hidup Nelson Mandela

Mandela lahir dengan nama Rolihlahla Mandela, pada 18 Juli 1918 di suatu desa kecil bernama Mvezo. Ia mendapatkan nama Nelson dari guru sekolahnya.

Pada 1943, Mandela bergabung ke Kongres Nasional Afrika (ANC), partai politik yang berjuang melawan apartheid. Pada 1944, ia menjadi salah satu orang yang ikut merencanakan pendirian barisan pemuda ANC, African National Congress Youth League (ANCYL). Ia mendorong kampanye perlawanan apartheid dengan menggerakkan massa. Pada Juli 1952, ia ditangkap dan dihukum kerja paksa dua tahun dengan dakwaan melanggar UU antikomunisme.

Mandela juga pernah dijatuhkan larangan menghadiri pertemuan atau berbicara kepada lebih dari satu orang, pada tahun 1952, 1955 dan 1956.

Pada Desember 1956, Mandela dan para eksekutif ANC ditahan akibat tuduhan ‘pengkhianatan tinggi’ terhadap negara. Pengadilan Pengkhianatan kemudian dimulai Agustus 1958 di Pretoria. Mereka didakwa melakukan pengkhianatan tinggi dengan menyerukan kekerasan, yang ditolak mentah-mentah oleh terdakwa. Pada 29 Maret 1961, setelah pengadilan berlangsung 6 tahun, para hakim menjatuhkan vonis tidak bersalah kepada mereka.

Pada 1962, Mandela kembali ditangkap dengan tuduhan menghasut mogok buruh dan ke luar negeri tanpa izin. Ia dihukum penjara seumur hidup, meski jaksa penuntut telah menyerukan vonis mati. Ia dipindahkan dari Pretoria ke penjara Robben Island. Saat menjalani 18 tahun di sana, Mandela terkena infeksi paru-paru (tubercolosis). Pada April 1982, Mandela ditransfer ke Penjara Pollsmoor di Cape Town. Sepulihnya dari tuberkulosis, pada Desember 1988, Mandela dipindahkan ke penjara Victor Verster dengan kondisi sel yang jauh lebih baik.

Pada Februari 1990, presiden Afrika Selatan saat itu, Frederik Willem (F. W.) de Klerk mencabut larangan atas ANC dan organisasi oposisi lain sekaligus mengumumkan pembebasan Mandela, sebagai awal usahanya dan perundingan menuju akhir masa apartheid. Pada 11 Februari 1990, Mandela resmi keluar dari penjara Victor Verster. Pada 10 Desember 1993, ia bersama de Klerk mendapat Nobel Perdamaian untuk usaha mereka mengakhiri apartheid.

Sejarah Afrika Selatan memasuki babak baru, dengan digelarnya pemilu multirasial pertama di negeri itu pada 27 April 1994. Mandela terpilih sebagai presiden, ia adalah orang Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memegang jabatan itu dan presiden pertama yang dipilih melalui keterwakilan penuh, di sebuah pemilu multiras. Pemerintahannya berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid (diskriminasi orang kulit hitam) dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, serta mendorong rekonsiliasi rasial.

Mandela ditemani Thabo Mbeki sebagai Wakil Presiden. Meski Mandela memerintah langsung dalam dua tahun pertamanya sebagai presiden, tugas-tugas di sisa masanya kemudian banyak dipindahkan bagi Mbeki. Mandela hanya menjabat presiden selama satu periode (5 tahun) dan berakhir pada 1999, setelah ia menolak periode kedua.

Mandela pernah menjabat Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1991 hingga 1997, dan Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok pada 1998 sampai 1999.

Penampilan publik terakhir Mandela adalah saat ajang Piala Dunia 2010, dimana Afrika Selatan menjadi tuan rumah.


Kehidupan keluarga Nelson Mandela

Mandela menikah 3 kali, menjadi ayah dari enam anak, memiliki 17 cucu dan 17 cicit (per April 2013). Mandela pertama kali menikah dengan Evelyn Ntoko Mase pada Oktober 1944. Mereka dikaruniai dua putra dan dua putri. Mereka berpisah pada 1957, lalu bercerai karena Mandela dituduh selingkuh dan sering tak di rumah, setia dengan perjuangan revolusi, dan fakta bahwa Evelyn adalah anggota Saksi-Saksi Yehuwa, yang mewajibkan netralitas politik.

Mandela kembali menikah pada 1958 dengan Winnie Madikizela. Mereka dikaruniai dua putri. Pernikahan ini berlanjut dengan perpisahan (April 1992) dan akhirnya perceraian (Maret 1996). Ia menikah lagi pada ulang tahun ke-80 (18 Juli 1998) dengan Graça Machel, janda dari Samora Machel yang merupakan mantan presiden Mozambik.


Wafatnya Mandela

Mandela dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi pernapasan pada Februari 2011, lalu diinapkan kembali pada Desember 2012 karena infeksi paru-paru dan batu empedu. Setelah penanganan medisnya berhasil pada awal Maret 2013, infeksi paru-parunya kambuh lagi dan ia dilarikan ke rumah sakit di Pretoria.

Pada 8 Juni 2013, infeksi paru-parunya memburuk dan dibawa kembali ke rumah sakit Pretoria dalam keadaan serius. Setelah 4 hari, dilaporkan bahwa Mandela berada dalam “kondisi serius namun stabil” Setelah lama tidak menunjukkan respon, Mandela wafat di Johannesburg, Afrika Selatan pada 5 Desember 2013 dalam usia 95 tahun.

Presiden Afrika Selatan saat itu, Jacob Zuma mengumumkan 10 hari masa berkabung. Upacara peringatan Mandela digelar di Stadion FNB Johannesburg pada 10 Desember 2013. Jenazahnya disemayamkan pada 11 hingga 13 Desember di Union Buildings, dan pemakaman kenegaraan diadakan pada 15 Desember di Qunu.


Fakta lain tentang Mandela

Ideologi hidup Mandela dipengaruhi oleh Marxism dari Karl Marx. Ia adalah seorang nasionalis Afrika dan sosialis demokratik. Dia menentang kapitalisme, kekuasaan pihak berkantong tebal, dan kepemilikan lahan oleh swasta. Kritik pendukung sayap kanan mencelanya sebagai teroris komunis, sedangkan di sayap kiri menganggapnya terlalu bersemangat untuk bernegosiasi dan berdamai dengan pendukung apartheid.

Mandela meluncurkan buku autobiografinya, Long Walk to Freedom pada Desember 1994. Buku kisah hidup Mandela itu pun telah difilmkan, lewat film berjudul Mandela: Long Walk to Freedom yang dirilis pada 2013. Banyak musisi juga mendedikasikan lagunya untuk Mandela.

Sejak 1990an, Mandela juga dikenal lewat baju khasnya, kemeja batik sutra, yang disebut oleh masyarakat Afrika Selatan dengan nama ‘Madiba shirt‘ (baju Madiba). Pertama kalinya Mandela memakai kemeja tersebut pada Mei 1994, dan setelah itu tampak dikenakan juga di beberapa kesempatan, termasuk dalam Sidang Umum PBB.

Pada November 2009, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal lahir Mandela, 18 Juli, sebagai Hari Mandela. Pesan dari peringatan ini adalah mengajak semua orang mendedikasikan 67 menit waktunya untuk menolong orang lain. Angka tersebut diambil dari 67 tahun masa perjuangan Mandela dalam pergerakan anti-apartheid.


Dikutip dari Wikipedia (id.wikipedia.org dan en.wikipedia.org).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s