Profil Tokoh: Soekarno (Bung Karno)

Soekarno dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Dr. (HC) Ir. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama dan juga dikenal masyarakat sebagai Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama Mohammad Hatta). Beliau jugalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, dan ia sendiri yang menamainya (dengan dibantu seorang ahli bahasa).


Awal hidup Bung Karno

Lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901, putra pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, awalnya Soekarno dinamai Koesno Sosrodihardjo. Tapi karena sering sakit, pada umur 11 tahun, namanya diubah menjadi Soekarno.

Soekarno pertama kalinya dikenal saat menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club di Bandung, yang menjadi cikal bakal pendirian Partai Nasional Indonesia (PNI) satu tahun kemudian. Pada 29 Desember 1929, Soekarno ditangkap Belanda. Setelah membacakan pledoi berjudul Indonesia Menggugat, Soekarno bebas pada 31 Desember 1931. Soekarno kembali ditangkap pada Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Pada 1938 hingga 1942 Soekarno diasingkan ke Bengkulu.

Soekarno baru kembali bebas di masa penjajahan Jepang. Jepang memanfaatkan tokoh-tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan lain-lainnya dalam organisasi dan lembaga bentukan Jepang seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI, dan PPKI, untuk menarik hati penduduk Indonesia.


Peristiwa kemerdekaan Indonesia

Sosok Soekarno tidak dapat lepas dari peristiwa kemerdekaan negara Indonesia. Ia selalu aktif dalam berbagai usaha persiapan kemerdekaan Indonesia seperti merumuskan Pancasila, UUD 1945, hingga naskah proklamasi. Ia adalah anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), dan ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Saat Jepang makin terdesak oleh Sekutu setelah peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki, golongan pemuda mendesak agar Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan. Malam hari tanggal 16 Agustus 1945, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok. Soekarno, Hatta, Fatmawati (istri Soekarno) bersama Guntur (anak Soekarno) diculik para pemuda ke kota Rengasdengklok (dekat Karawang, Jawa Barat). Di situ, mereka membujuk kembali Soekarno dan Hatta. Setelah kembali ke Jakarta, golongan muda dan golongan tua berkumpul di rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol 1 untuk membahas persiapan kemerdekaan Indonesia.

Pada 17 Agustus 1945, Soekarno akhirnya membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia di kediamannya, Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat (sekarang Jalan Proklamasi).


Presiden pertama Indonesia

Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia pertama. Kabinet pertama terbentuk pada 19 Agustus, namun hanya bersifat formal dan belum bisa melaksanakan roda pemerintahan.

Indonesia mengalami beberapa perubahan bentuk negara maupun pemerintahan, seperti dari presidensial menjadi parlementer, kesatuan menjadi federal (RIS), hingga konstitusi UUD 1945 diganti oleh UUDS 1950. Pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang berisi pembubaran Konstituante dan konstitusi kembali ke UUD 1945. Masa setelah ini disebut masa Demokrasi Terpimpin, dimana semua keputusan dan pemikiran berpusat pada presiden.

Presiden Soekarno juga banyak memberi gagasan di dunia internasional. Keprihatinannya atas kondisi negara-negara Asia dan Afrika yang masih belum merdeka, membuat beliau berinisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955 yang menghasilkan Dasasila Bandung. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia-Afrika yang memperoleh kemerdekaan.

Sepanjang tahun 1965 hingga 1966, Indonesia mengalami pergolakan politik. Puncaknya terjadi dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S), saat tujuh perwira tinggi militer Indonesia serta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta.

Pada 11 Maret 1966, lewat Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret), Soekarno (menurut versi Markas Besar Angkatan Darat) menugaskan Mayor Jenderal Soeharto untuk ‘mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.’ Ini menjadi dasar Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), menyatakannya sebagai organisasi terlarang, serta mengganti anggota-anggotanya di parlemen.

Soekarno diberhentikan dari jabatan sebagai presiden pada Februari 1967 oleh MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) dalam Sidang Istimewa MPRS karena Nawaksara, laporan pertanggungjawabannya, ditolak. Ia pun digantikan oleh Soeharto.


Wafatnya Bung Karno

Kondisi kesehatan Soekarno telah menurun sejak Agustus 1965. Beliau sebelumnya dinyatakan menderita gangguan ginjal dan pernah menjalani perawatan di Wina, Austria pada tahun 1961 dan 1964. Ia masih bertahan dengan kondisi ini selama 5 tahun, sebelum akhirnya wafat pada 21 Juni 1970 di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta.

Meskipun Soekarno pernah meminta dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, jenazahnya lalu dimakamkan di Blitar, Jawa Timur bersebelahan dengan makam ibunya. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.


Keluarga Soekarno

Selama hidupnya, Soekarno diketahui mempunyai 9 istri:

– Oetari (menikah pada 1921, pisah tahun 1923); tidak memiliki anak

– Inggit Garnasih (menikah 1923, pisah 1942); 2 anak angkat: Ratna Juami dan Kartika

– Fatmawati (menikah 1943); 5 anak kandung: Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra

– Hartini (menikah 1952); 2 anak kandung: Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra

– Kartini Manoppo (menikah 1959); 1 anak kandung: Totok Suryawan Sukarno

– Ratna Sari Dewi (menikah 1962); 1 anak kandung: Karina Kartika Sari Dewi Soekarno

– Haryati (menikah 1963); 1 anak kandung: Ayu Gembirowati

– Yurike Sanger (menikah 1964); tidak memiliki anak

– Heldy Djafar (menikah 1966); tidak memiliki anak


Fakta lain tentang Soekarno

Nama Soekarno sering ditulis Achmed Soekarno di beberapa negara Barat. Menurutnya, nama Achmed didapat saat ibadah haji. Dalam beberapa versi, disebutkan pemberian nama Achmed dilakukan para diplomat muslim Indonesia yang mengadakan misi ke luar negeri dalam upaya mendapat pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab.

Bung Karno adalah lulusan Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung, ITB), jurusan teknik sipil dan tamat pada tahun 1926. Semasa menjadi presiden, ada sejumlah karya arsitektur yang dicetuskan olehnya termasuk Monumen Nasional/Monas, Tugu Selamat Datang, Hotel Indonesia, dan Masjid Istiqlal.


Penghargaan terhadap jasa Soekarno

Semasa hidupnya, Soekarno telah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam maupun luar negeri. Nama Soekarno juga diabadikan sebagai nama kompleks olahraga di Senayan, Jakarta, yaitu Gelanggang Olahraga Bung Karno. Dalam masa Orde Baru, kompleks ini diganti namanya menjadi Gelora Senayan, namun dikembalikan lagi pada 2001 dalam masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Nama Soekarno, bersama Mohammad Hatta, dijadikan sebagai nama bandara di Cengkareng-Tangerang, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Soekarno dijadikan sebagai Pahlawan Proklamator (bersama Hatta) pada 23 Oktober 1986, dan pada 7 November 2012 ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Setelah kematian Soekarno, beberapa yayasan dibuat atas namanya. Dua di antaranya adalah Yayasan Pendidikan Soekarno dan Yayasan Bung Karno.

Di beberapa negara Timur Tengah, nama Soekarno juga dijadikan nama jalan, seperti di Mesir, Maroko, dan Pakistan. Figurnya juga muncul di beberapa perangko negara lain, seperti Filipina pada tahun 1955 dan Kuba pada tahun 2008.


Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia, id.wikipedia.org.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s