Profil Tokoh: Dahlan Iskan

Dahlan Iskan merupakan seorang pengusaha dan pejabat dari Indonesia. Beliau paling dikenal sebagai CEO Jawa Pos Group. Ia pernah menjabat Direktur Utama PLN pada 2009, dan setelah itu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2011 hingga 2014. Ia mempunyai seorang istri bernama Nafsiah Sabri serta dua anak, Azrul Ananda dan Isna Fitriana.


Awal hidup dan karier Dahlan Iskan

Dahlan Iskan lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 17 Agustus 1951. Ia dibesarkan di lingkungan pedesaan dengan kondisi sangat kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan lahir. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah untuk diingat karena bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Karier Dahlan dimulai saat menjadi reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos di Surabaya, Jawa Timur, yang saat itu di bawah kepemilikan Eric FH Samola, Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit Tempo).


Kesuksesan Jawa Pos

Dahlan Iskan merupakan sosok penting dalam revitalisasi Jawa Pos. Ketika ia mulai memimpin, Jawa Pos dapat dikatakan hampir mati. Ketika Eric FH Samola wafat tahun 2000, ia mengambil alih pengelolaan koran tersebut. Dalam waktu lima tahun, koran yang ketika diambil alih hanya beroplah 6.000 ekslempar langsung melonjak menjadi 300.000 eksemplar.

Lima tahun kemudian, terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN) yang terdiri dari 134 usaha koran, tabloid dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di seluruh Indonesia. Kemudian pada 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena, gedung pusat Jawa Pos di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada 2002, dia mendirikan JTV, stasiun TV lokal Surabaya, lalu diikuti oleh Batam TV di Batam, Kepulauan Riau serta Riau TV di Pekanbaru, Riau.

Beberapa surat kabar yang dimiliki Jawa Pos Group antara lain Radar Ambon, Radar Lampung, Radar Cirebon, Radar Sulteng (Palu), Timor Ekspres (Kupang), Metro Pontianak, Indopos, Batam Pos, Padang Ekspres, dan Guo Ji Ri Bao (koran berbahasa Mandarin).

Hingga tahun 2015, Jawa Pos Group juga memiliki 46 stasiun TV lokal, yang menjangkau hingga 46 kota Indonesia. Seluruh TV lokal tersebut kini tergabung dalam jaringan televisi Jawapos TV, yang diluncurkan pada 17 Agustus 2015.


Direktur Utama PLN dan Menteri BUMN

Dahlan dipilih menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 23 Desember 2009, menggantikan Fahmi Mochtar. Di PLN ia membuat berbagai gebrakan seperti mengganti sumber energi primer, menambah trafo cadangan, serta memangkas birokrasi dan mengubah struktur organisasi. Berkat usaha Dahlan itu, beberapa perubahan mulai dirasakan masyarakat daerah, termasuk berkurangnya pemadaman listrik.

Karena perubahan besar PLN yang dipimpin Dahlan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lalu memilihnya menjadi Menteri BUMN. Ia dilantik pada 19 Oktober 2011. Dahlan mengaku terisak dan terharu begitu dipanggil menjadi Menteri BUMN, karena merasa berat meninggalkan PLN yang sedang dalam puncak semangat untuk melakukan reformasi. Meski gagal membawa lima perusahaan BUMN melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai bursa, BUMN di masa kepemimpinannya dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat.

Dahlan juga giat mendukung program mobil nasional bertenaga listrik. Pada 5 Januari 2013, ia mengalami kecelakaan ketika mengemudikan mobil listrik Tucuxi di Tawangmangu, Jawa Timur. Ia awalnya ingin melakukan uji coba Tucuxi dengan menempuh jarak 1.000 kilometer dari Solo ke Surabaya. Dahlan selamat, namun mobil tersebut rusak parah.

Jabatan Dahlan sebagai Menteri BUMN berakhir pada 20 Oktober 2014, saat presiden berganti dari Susilo Bambang Yudhoyono ke Joko Widodo.


Fakta lain Dahlan Iskan

Dahlan Iskan pernah menjalani operasi cangkok hati di Tiongkok pada 2007. Kisah pengalaman Dahlan itu dituangkannya dalam buku berjudul Ganti Hati, yang dibuat tahun 2008.

Selain pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga menjabat presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta Indonesia: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya. Sejak awal 2009, Dahlan juga menjadi Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo, yang membangun Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) antara Surabaya dan Hong Kong dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.

Pada tahun 2013, Dahlan Iskan mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat 2014. Dia berhasil menang dalam pemilihan tersebut setelah mengalahkan 11 orang lainnya, termasuk Dino Pati Djalal, Anies Baswedan, Marzuki Alie, Irman Gusman, dan Gita Wirjawan. Namun, Dahlan batal resmi dicalonkan sebagai kontestan Pilpres 2014 oleh Partai Demokrat.

Pada 5 Juni 2015, Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu listrik induk di Jawa, Bali, dan NTB (Nusa Tenggara Barat) saat menjadi Direktur Utama PLN. Status Dahlan itu gugur setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukumnya. Dia lalu kembali dijadikan tersangka dalam kasus sama oleh Kejati DKI Jakarta.


Dikutip dari id.wikipedia.org dan www.tokohindonesia.com. Foto dari www.merdeka.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s