Profil Tokoh: Joko Widodo (Jokowi)

Joko Widodo (akrab dipanggil Jokowi) adalah presiden Indonesia periode 2014-2019. Ia lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 21 Juni 1961. Ia sebelumnya menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) pada 2005 hingga 2012. Jokowi mempunyai seorang istri bernama Ny. Hj. Iriana dan tiga anak: Gibran Rakabuming Raka (putra), Kaesang Pangarep (putra), dan Kahiyang Ayu (putri).

Jokowi adalah penggemar musik rock keras. Beberapa band rock yang juga menjadi favoritnya adalah Metallica, Lamb of God, Led Zeppelin, dan Napalm Death.


Kehidupan awal Jokowi

Jokowi lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Ia mempunyai nama kecil Mulyono. Kesulitan hidup membuatnya terpaksa mencari keperluan sekolah dan uang jajannya dengan berdagang, mengojek payung, dan menjadi kuli panggul. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia memulai pekerjaan menggergaji di umur 12 tahun. Tiga kali penggusuran yang dialaminya di masa kecil, memengaruhi cara berpikir dan kepemimpinannya kelak setelah menjadi Wali Kota Surakarta dimana saat menertibkan pemukiman warga.

Jokowi diterima di Jurusan Kehutanan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Kesempatan kuliah ini dimanfaatkan untuk mempelajari struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Usai lulus pada 1985 ia bekerja di PT Kertas Kraft Aceh, salah satu BUMN. Namun, ia merasa tidak betah dan memilih keluar. Setelah sempat bekerja di usaha pakdenya, pada tahun 1988 ia membuka usaha sendiri bernama CV Rakabu. Usahanya berjaya dan juga sempat naik turun.

Kesuksesan itu membawanya bertemu Micl Romaknan, yang memberi nama panggilan Jokowi yang populer hingga kini. Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa keliling Eropa. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo. Ia pun memutuskan untuk masuk dunia politik.


Jokowi sebagai Wali Kota Solo

Ketika terpilih menjadi Wali Kota Surakarta pada 2005, Jokowi mulai menjadi sorotan. Awalnya publik meragukan kemampuannya memimpin dan mengembangkan kota Solo, tapi beberapa perubahan penting yang membangun Surakarta telah menepis keraguan itu.

Langkah yang dilakukan Jokowi cukup progresif: merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk revitalisasi lahan hijau terbuka, memberi syarat kepada investor untuk memikirkan kepentingan publik, serta menggelar komunikasi langsung terbuka dan rutin dengan masyarakat. Ditambah dengan branding kota Solo melalui slogan “Solo: The Spirit of Java”, Solo telah menjadi tuan rumah berbagai kegiatan internasional. Pada 2011, Solo dijadikan ibu kota batik Indonesia. Bus Batik Solo Trans juga diperkenalkan.

Solo kembali dibincangkan ketika para siswa SMK di sana merakit mobil yang dinamai Esemka. Jokowi ikut mengendarai Esemka sebagai dukungannya terhadap mobil itu.


Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta

Karena keberhasilan di Solo, Jokowi diminta secara pribadi oleh Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2012. Karena merupakan kader PDI Perjuangan, maka Jusuf Kalla meminta dukungan dari Megawati Soekarnoputri, yang awalnya terlihat ragu. Sebagai wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ketika itu menjadi anggota DPR, dicalonkan mendampingi Jokowi dengan pindah ke Gerindra karena Golkar telah sepakat mendukung Alex Noerdin sebagai calon gubernur.

Pasangan Jokowi-Ahok awalnya tidak diunggulkan. Calon petahana, pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli mengklaim mereka akan memenangkan Pemilukada 2012 dalam satu putaran saja. Namun, LP3ES memprediksi Jokowi dan Foke akan bertemu di putaran kedua.

Hitung cepat sejumlah lembaga survei pada hari pemilihan (11 Juli 2012) dan sehari setelahnya, menunjukkan Jokowi-Basuki memimpin dengan Foke-Nara posisi kedua. Karena tidak ada yang memenuhi syarat suara mayoritas, kedua pasangan ini pun masuk putaran kedua.

Jokowi-Basuki memenangkan Pemilukada DKI putaran kedua dan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru untuk masa jabatan 2012-2017 menggantikan Fauzi Bowo dan Prijanto. Mereka dilantik pada 15 Oktober 2012 yang sebelumnya diundur dari tanggal aslinya, 7 Oktober 2012. Sehari setelah pelantikan tersebut, Jokowi langsung melakukan kunjungan ke masyarakat atau disebut blusukan.

Kebijakan Jokowi selama menjadi Gubernur DKI Jakarta banyak yang populis, seperti Kampung Deret, Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar, lelang jabatan, serta normalisasi beberapa waduk dan kali. Namun ada juga kebijakannya yang mendatangkan keberatan dari masyarakat seperti peremajaan bus kecil dan sterilisasi jalur busway.


Jokowi sebagai Presiden Indonesia

Pada 14 Maret 2014, Jokowi menyatakan bersedia menerima mandat Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI-P, untuk maju sebagai calon presiden di Pemilu 2014. Kemudian pada 19 Mei 2014, Jokowi mengumumkan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presidennya. Pasangan ini diusung lima partai politik yaitu PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura, Partai Nasdem, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Jokowi-JK berhasil memenangkan Pilpres 2014 dengan hasil 70.997.833 suara (53,15%). Mereka unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang meraih 62.576.444 suara (46,85%). Mereka menjabat selama lima tahun, mulai 20 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019.

Jokowi memulai masa kepresidenan dengan membuat Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Salah satu kebijakan awal Jokowi yang kontroversial yaitu menaikkan harga BBM (Rp6.500 menjadi Rp8.500), padahal saat itu harga minyak dunia sedang turun. Di bidang kelautan, Jokowi menginstruksikan aturan keras kepada pencuri ikan ilegal di wilayah laut Indonesia, dengan menenggelamkan kapal mereka.

Jokowi mengajukan calon tunggal Kapolri, Komjen Polisi Budi Gunawan ke DPR pada 2015. Budi dianggap sebagai calon Kapolri yang tidak bersih oleh publik sehingga menuai kontroversi dan protes luas. Sehari sebelum disahkan sebagai Kapolri oleh DPR, Budi Gunawan ditetapkan KPK sebagai tersangka atas kasus dugaan rekening gendut. Jokowi lalu memutuskan membatalkan pelantikannya dan menunjuk Wakapolri, Komjen Polisi Badrodin Haiti, untuk diajukan menjadi calon Kapolri. DPR setuju, dan Badrodin Haiti dilantik sebagai Kapolri pada 17 April 2015.

Di bidang infrastruktur, Jokowi memulai banyak proyek pembangunan seperti groundbreaking pembangunan pasar tradisional di Papua, Jalan Tol Trans-Sumatera, perencanaan tol laut, dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibuat Tiongkok sebagai pemenang tender.

Jokowi juga memberlakukan hukuman mati untuk para pengedar narkoba di Indonesia. Beliau juga memerintahkan penghapusan peraturan daerah yang dinilai menghambat iklim investasi. Hingga saat ini, Kementerian Dalam Negeri telah menghapus sekitar 3.000 aturan daerah.


Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia (id.wikipedia.org). Foto dari www.merdeka.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s